FOTO - FOTO DI CIREMAI CUY

Mei 18th, 2009 by hadi19

PROFIL GUNUNG CIREMAI

April 7th, 2009 by hadi19

Gunung Ceremai

Gunung Ceremai (seringkali secara salah kaprah dinamakan “Ciremai”) secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53′ 30″ LS dan 108° 24′ 00″ BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut.

Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.

Kini G. Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.

Nama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai, suatu gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan ‘ci-’ untuk penamaan tempat.
Daftar isi
* 1 Vulkanologi dan geologi
* 2 Jalur pendakian
* 3 Keanekaragaman hayati
o 3.1 Vegetasi
o 3.2 Margasatwa

Vulkanologi dan geologi

Gunung Ceremai termasuk gunungapi Kuarter aktif, tipe A (yakni, gunungapi magmatik yang masih aktif semenjak tahun 1600), dan berbentuk strato. Gunung ini merupakan gunungapi soliter, yang dipisahkan oleh Zona Sesar Cilacap - Kuningan dari kelompok gunungapi Jawa Barat bagian timur (yakni deretan Gunung Galunggung, Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Gunung Patuha hingga Gunung Tangkuban Perahu) yang terletak pada Zona Bandung.

Ceremai merupakan gunungapi generasi ketiga. Generasi pertama ialah suatu gunungapi Plistosen yang terletak di sebelah G. Ceremai, sebagai lanjutan vulkanisma Plio-Plistosen di atas batuan Tersier. Vulkanisma generasi kedua adalah Gunung Gegerhalang, yang sebelum runtuh membentuk Kaldera Gegerhalang. Dan vulkanisma generasi ketiga pada kala Holosen berupa G. Ceremai yang tumbuh di sisi utara Kaldera Gegerhalang, yang diperkirakan terjadi pada sekitar 7.000 tahun yang lalu (Situmorang 1991).

Letusan G. Ceremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Letusan uap belerang serta tembusan fumarola baru di dinding kawah pusat terjadi tahun 1917 dan 1924. Pada 24 Juni 1937 - 7 Januari 1938 terjadi letusan freatik di kawah pusat dan celah radial. Sebaran abu mencapai daerah seluas 52,500 km bujursangkar (Kusumadinata, 1971). Pada tahun 1947, 1955 dan 1973 terjadi gempa tektonik yang melanda daerah baratdaya G. Ciremai, yang diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara - barat laut. Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat G. Ceremai terjadi tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hingga Desa Cilimus di timur G. Ceremai.

[sunting] Jalur pendakian

Puncak gunung Ceremai dapat dicapai melalui banyak jalur pendakian. Akan tetapi yang populer dan mudah diakses adalah melalui Desa Palutungan dan Desa Linggarjati di Kab. Kuningan, dan Desa Apuy di Kab. Majalengka. Satu lagi jalur pendakian yang jarang digunakan ialah melalui Desa Padabeunghar di perbatasan Kuningan dengan Majalengka di utara. Di kota Kuningan terdapat kelompok pecinta alam “Akar (Aktivitas Anak Rimba)” yang dapat membantu menyediakan berbagai informasi dan pemanduan mengenai pendakian Gunung Ceremai.

Keanekaragaman hayati

Vegetasi

Hutan-hutan yang masih alami di Gunung Ceremai tinggal lagi di bagian atas. Di sebelah bawah, terutama di wilayah yang pada masa lalu dikelola sebagai kawasan hutan produksi Perum Perhutani, hutan-hutan ini telah diubah menjadi hutan pinus (Pinus merkusii), atau semak belukar, yang terbentuk akibat kebakaran berulang-ulang dan penggembalaan. Kini, sebagian besar hutan-hutan di bawah ketinggian … m dpl. dikelola dalam bentuk wanatani (agroforest) oleh masyarakat setempat.

Sebagaimana lazimnya di pegunungan di Jawa, semakin seseorang mendaki ke atas di Gunung Ciremai ini dijumpai berturut-turut tipe-tipe hutan pegunungan bawah (submontane forest), hutan pegunungan atas (montane forest) dan hutan subalpin (subalpine forest), dan kemudian wilayah-wilayah terbuka tak berpohon di sekitar puncak dan kawah.

Lebih jauh, berdasarkan keadaan iklim mikronya, LIPI (2001) membedakan lingkungan Ciremai atas dataran tinggi basah dan dataran tinggi kering. Sebagai contoh, hutan di wilayah Resort Cigugur (jalur Palutungan, bagian selatan gunung) termasuk beriklim mikro basah, dan di Resort Setianegara (sebelah utara jalur Linggarjati) beriklim mikro kering.

Secara umum, jalur-jalur pendakian Palutungan (di bagian selatan Gunung Ciremai), Apuy (barat), dan Linggarjati (timur) berturut-turut dari bawah ke atas akan melalui lahan-lahan pemukiman, ladang dan kebun milik penduduk, hutan tanaman pinus bercampur dengan ladang garapan dalam wilayah hutan (tumpangsari), dan terakhir hutan hujan pegunungan. Sedangkan di jalur Padabeunghar (utara) vegetasi itu ditambah dengan semak belukar yang berasosiasi dengan padang ilalang. Pada keempat jalur pendakian, hutan hujan pegunungannya dapat dibedakan lagi atas tiga tipe yaitu hutan pegunungan bawah, hutan pegunungan atas dan vegetasi subalpin di sekitar kawah. Kecuali vegetasi subalpin yang diduga telah terganggu oleh kebakaran, hutan-hutan hujan pegunungan ini kondisinya masih relatif utuh, hijau dan menampakkan stratifikasi tajuk yang cukup jelas.

Margasatwa

Keanekaragaman satwa di Ceremai cukup tinggi. Penelitian kelompok pecinta alam Lawalata IPB di bulan April 2005 mendapatkan 12 spesies amfibia (kodok dan katak), berbagai jenis reptil seperti bunglon, cecak, kadal dan ular, lebih dari 95 spesies burung, dan lebih dari 20 spesies mamalia.

Beberapa jenis satwa itu, di antaranya:

*
o Bangkong bertanduk (Megophrys montana)
o Percil Jawa (Microhyla achatina)
o Kongkang Jangkrik (Rana nicobariensis)
o Kongkang kolam (Rana chalconota)
o Katak-pohon Emas (Philautus aurifasciatus)

*
o Bunglon Hutan (Gonocephalus chamaeleontinus)
o Cecak Batu (Cyrtodactylus sp.)

*
o Elang Hitam (Ictinaetus malayensis)
o Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus)
o Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)
o Puyuh-gonggong Jawa (Arborophila javanica)
o Walet Gunung (Collocalia vulcanorum) [masih perlu dikonfirmasi]
o Takur Bultok (Megalaima lineata)
o Takur Tulung-tumpuk (Megalaima javensis)
o Berencet Kerdil (Pnoepyga pusilla)
o Anis Gunung (Turdus poliochepalus)
o Tesia Jawa (Tesia superciliaris)
o Ceret Gunung (Cettia vulcania)
o Kipasan Ekor-merah (Rhipidura phoenicura)
o Burung-madu Gunung (Aethopyga eximia)
o Burung-madu Jawa (Aethopyga mystacalis)
o Kacamata Gunung (Zosterops montanus)

*
o Tenggiling (Manis javanica)
o Tupai kekes (Tupaia javanica)
o Kukang (Nycticebus coucang)
o Lutung Surili (Presbytis comata)
o Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)
o Ajag (Cuon alpinus)
o Teledu Sigung (Mydaus javanensis)
o Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis)
o Macan Tutul (Panthera pardus)
o Kancil (Tragulus javanicus)
o Kijang (Muntiacus muntjak)
o Jelarang Hitam (Ratufa bicolor)
o Landak Jawa (Hystrix javanica) Read the rest of this entry »

X Japan

Februari 15th, 2009 by hadi19

gw sendiri juga ga terlalu tau banyak tentang band ini karena band ini dah lama bgt munculnya dan agak susah untuk mencari tau tentang band ini beserta lagu - lagunya yang bagus. awal gw kenal ama band ini setelah diliatin ama temanku di majalah. pertama gw liat gayanya yang masih terlihat agak asing bagi orang indonesia pada umumnya, gw jadi ga suka tapi setelah dengar lagu - lagunya pemikiranku terhadap mereka pun berubah. apalagi setelah membaca perjalanan mereka yang sangat mengharukan.
ga salah deh kalo X-Japan disebut - sebut sebagai band legendaris jepang.

ini hal - hal yang kuketahui tentang X Japan setelah surfing sana sini dari blog, forum, majalah, dll::
-band yang mempelopori Visual Kei di jepang dan juga merupakan inspirasi tiap band visual jepang

-Dibentuk pada tahun 1982 oleh Yoshiki dan Toshi dan bubar pada tahun 1997

-terdiri dari 5 personil yaitu Toshi pada vokal, Heath pada bass, Pata dan Hide pada gitar, dan terakhir Yoshiki pada drum sekaligus piano

-vokalisnya, Toshi, memiliki vokal yang sangat tinggi melebihi 3 oktav ,meskipun saya sendiri tidak mengerti apa itu 3 oktav tapi memang suara Toshi ini benar - benar tinggi. coba saja dengar di lagunya yang berjudul Tears ama Say anything.

-Drummernya Yoshiki pernah pingsan di tengah - tengah konser dan dibawah kerumah sakit karena permainan drumnya yang sangat sangar n gila.

-bassis lamanya Taiji, keluar dari band karena perbedaan konsep dalam bermusik dengan sang leader, Yoshiki. setelah itu Taiji digantikan oleh Heath

-nama asli band ini adalah X, tapi setelah go internasional dan pengen manggung di amerika, nama x itu sudah ada di amerika sana makanya diganti jadi x japan.

-meskipun aliran mereka agak keras , tapi mereka juga punya lagu lagu mellow nan indah kayak Say anything, Forever Love, Tears, dan Crucify My Love.

-Karena alirannya n gayanya yang ga lazim, ga ada label yang mau mengontrak mereka untuk rekaman. karena itulah Yoshiki dengan bantuan ibunya membuat label rekaman sendiri yang bernama Extasy Records yang nantinya akan menjadi label rekaman yang menampung band - band visual kei lainnya seperti Luna Sea, Glay, dan Zi:KILL

-merupakan band pertama yang mengadakan konser di Tokyo Dome dimana sebelumnya Tokyo Dome tidak pernah dipakai untuk konser musik

-konser mereka yang terakhir setelah memutuskan untuk bubar, The Last Live, merupakan konser yang terbaik dan spektakuler sepanjang sejarah musik jepang dimana dalam konser tersebut baik para fans maupun para personel X japan tidak dapat menahan kesedihannya hingga menangis.

-Terus tragedi yang paling memilukan bagi fans X japan terutama fans Hide, ketika Yoshiki berniat untuk menyatukn kembali X-Japan bersama sang gitaris Hide pada tahun 2000. sayangnya impian itu tidak kesampaian setelah Hide ditemukan meninggal di apartemen dengan handuk melingkar dilehernya saat berada di kamar mandi. berita ini sangat mengguncang dunia musik jepang. parahnya 4 orang fans hide yang tidak terima akan kepergian hide mencoba untuk gantung diri dan 2 orang diantaranya meninggal dunia. banyak yang mengatakan bahwa kematian hide adalah sebuah kecelakaan tapi ada juga yang mengatakan bunuh diri. mantan bassist x japan Taiji juga berpendapat dalam bukunya yang berjudul “X no Sei to Shi:Uchuu wo Kaeru Tomo e (Death and Life of X: To My Friends Who Flies Through Universe)” bahwa seluruh personel X memiliki kebiasaan mengikatkan handuk ke leher dan bahu mereka setelah selesai manggung. mungkin karena ingin melakukan kebiasaan itu ia malah terjatuh di kamar mandi dan handuknya tersangkut dipintu. banyak fans setuju dengan pendapat Taiji itu. Upacara kematian Hide digelar di kuil Honganji. upacara itu membentuk barisan sepanjang 1 km lebih karena dipadati oleh lebih dari 50.000 fans X Japan yang datang bahkan terdapat 26 orang cedera karena berdesakan ingin melihat wajah hide untuk terakhir kalinya. sy pernah baca di blog japaneserainbow disitu tertulis sang leader Yoshiki sambil nangis angkat bicara dalam pidatonya:”Aku masih tidak percaya. Wajahnya yang indah kini tertidur. Aku berusaha untuk membangunkannya lagi dan lagi, tetapi ia tetap tertidur….Hide yang selalu memberiku masukan yang baik dalam hidup. Tentu saja, ia terkadang mandapat banyak masalah dibawah tekanan hidupnya. Tetapi ia selalu memanggilku ketika ia membutuhkan. Kita bicara tentang X, kehidupan, para fans,… .Kadang ia seperti kakakku, kadang ia seperti adikku….. Aku pikir semua fans dan temannya sekarang sedang bingung. Aku sekarang juga tidak dapat mengekspresikan perasaanku dalam kata-kata”. semenjak kematian hide, Yoshiki menjadi depresi sehingga tidak dapat mengarang lagu hampir selama tiga tahun. untuk mengenang Hide di Yokohama dibangun museum hide yang didalamnya terdapat gitar, kostum, CD, mobil dll.

Pun’k en ciel

Februari 15th, 2009 by hadi19

Pun’k en Ciel

P’unk en ciel merupakan band alter egonya L’arc en ciel, juga merupakan revisi dari D’ark en ciel setelah drummer dulunya, Sakura keluar dari L’arc en ciel karena narkoba. Pada P’unk en ciel formasi asli dari L’arc en ciel dirubah, dimana Tetsu jadi vokalis, Hyde sebagai gitaris, Ken jadi drummer, dan Yukihiro jadi bassis. Nama mereka pun ditambahkan P’unk setelah nama aslinya (Hyde P’unk, Ken P’unk, Tetsu P’unk, Yuki P’unk)

Lagu - lagu P’unk en ciel itu sendiri merupakan lagu - lagu L’arc en ciel yang sudah lama terus dibuat ulang dan musiknya lebih kencang agak ngepunk. Lagu - lagu yang direkam biasanya mereka simpan di single L’arc en ciel sebagai side B nya. yang jadi ciri khas dari band alter ego ini, di setiap lagunya biasanya Yuki P’unk berteriak “One, two, three, four”. terus Hyde P’unk selalu memakai penutup mata ala bajak laut.

berikut daftar lagu - lagu P’unk en ciel
Milky Way dalam single Jiyuu e no Shoutai
Round and Round 2005 dalam single Killing Me
Kasou Heisei 17 Nen dalam single New World
Heaven’s Drive 2005 dalam single Jojoushi
Promised Land 2005 dalam single Link
Honey 2007 dalam single Seventh Heaven
Feeling Fine 2007 dalam single My Heart Draws a Dream
Natsu no Yuutsu [Sea in Blood 2007] dalam single Daybreak’s Bell
I Wish 2007 dalam single Hurry Xmas (satu -satunya yang ada PVnya)
Dune 2008 dalam single Drink it Down